Suryono : Semangat Juang Veteran Harus Hidup di Generasi Penerus.
BEKASI, MEDIA INFO HUKUM – Peringatan Hari Veteran Nasional yang jatuh setiap 10 Agustus menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia.
Ketua Umum Forum Wartawan Bekasi Raya atau FWBR, Suryono S.T, yang akrab disapa “Ketua Aing”, menilai peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
“Veteran adalah saksi hidup dari perjalanan panjang bangsa ini. Mereka telah memberikan pengorbanan yang tidak ternilai untuk mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menghormati jasa mereka dan memastikan semangat perjuangannya tidak hilang ditelan zaman,” ujar Suryono, Senin 10 Agustus 2026.
Bentuk Perjuangan Kini Berbeda, Menurut Suryono, tantangan generasi saat ini berbeda dengan para pejuang revolusi. Jika dulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata di medan perang, kini perjuangan diisi melalui karya, pendidikan, dan menjaga persatuan.
“Dulu para pejuang mengangkat senjata untuk mempertahankan tanah air. Hari ini kita tidak lagi berada di medan perang seperti mereka. Tetapi perjuangan belum selesai. Kita harus berjuang melalui pendidikan, pekerjaan, pengabdian, persatuan, penegakan hukum, serta menjaga Indonesia agar tetap kuat dan berdaulat,” tegasnya.
Ia menilai nilai-nilai keberanian, pengorbanan, loyalitas, dan cinta Tanah Air dari para veteran masih sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengetahui bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, tetapi tidak memahami bahwa kemerdekaan itu dipertahankan dengan darah, air mata dan pengorbanan,” katanya.
“Berawal dari Gencatan Senjata 10 Agustus 1949” :
Dikutip dari Kementerian Pertahanan RI, Hari Veteran Nasional berkaitan dengan peristiwa gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 di Surakarta, Jawa Tengah. Peristiwa itu menandai berakhirnya kontak senjata resmi antara pejuang Indonesia dan pasukan kolonial Belanda dalam Agresi Militer.
Penetapan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Suryono menegaskan penghormatan kepada veteran harus diwujudkan dalam perhatian nyata terhadap kesejahteraan mereka.
“Jangan hanya mengenang veteran ketika ada upacara. Penghormatan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Negara dan masyarakat harus memastikan para veteran mendapatkan penghargaan yang layak atas pengabdian mereka,” ungkapnya.
Veteran RI Tidak Hanya 1945-1949, Suryono juga mengingatkan bahwa veteran Indonesia tidak hanya berasal dari pejuang revolusi fisik 1945-1949. Berdasarkan aturan, terdapat Veteran Pembela Trikora, Dwikora, Seroja, hingga Veteran Perdamaian PBB.
“Artinya, semangat pengabdian para veteran memiliki perjalanan yang panjang. Mereka hadir dalam berbagai fase sejarah Indonesia. Kita patut memberikan penghormatan yang sama terhadap setiap pengabdian yang telah dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Suryono.
Peran Pers Merawat Ingatan Sejarah :
Sebagai organisasi wartawan, FWBR menilai media memiliki tanggung jawab menjaga ingatan kolektif bangsa.
“Pers memiliki tanggung jawab moral untuk ikut merawat ingatan bangsa. Cerita para veteran harus terus disampaikan kepada masyarakat secara faktual, berimbang dan edukatif. Jangan sampai ketika para pelaku sejarah sudah tidak ada, generasi berikutnya justru kehilangan cerita tentang bagaimana bangsa ini dibangun,” ujarnya.
Suryono mengajak masyarakat menjadikan Hari Veteran Nasional sebagai momentum memperkuat nasionalisme.
“Cara terbaik menghormati para veteran bukan hanya dengan memberikan penghargaan, tetapi juga dengan melanjutkan nilai perjuangan mereka. Mari kita jaga persatuan, jangan mudah dipecah belah, bekerja dengan jujur, berkarya untuk masyarakat dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.
“Perjuangan mereka adalah sejarah. Tugas kita adalah memastikan bahwa pengorbanan itu tidak sia-sia. Veteran boleh menua, tetapi semangat juangnya harus tetap hidup di dalam diri generasi penerus bangsa,” tutup Suryono.
FH
Reporter : REDAKSI FWBR





