Friday, 4 September 2026
Tidak ada banner untuk placement ini.

74 Pramuka Kota Bekasi Dilepas Wali Kota, Berangkat ke Jamnas XII di Cibubur

Bagikan berita :

KOTA BEKASI, MEDIA INFO HUKUM – Senin pagi di Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, berubah menjadi momen penuh semangat. Sebanyak 74 anggota Pramuka Kota Bekasi resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Mereka mengemban satu tanggung jawab besar: membawa nama Kota Bekasi di pertemuan Pramuka terbesar se-Indonesia.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (10/8/2026).

Para peserta dijadwalkan mengikuti Jamnas XII yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–21 Agustus 2026 mendatang.

*Fokus pada Karakter, Bukan Sekadar Prestasi*

Bagi Tri Adhianto, keberangkatan ke Jambore Nasional bukan semata-mata untuk mengejar prestasi atau membawa pulang penghargaan.

“Yang jauh lebih penting adalah pengalaman, kemandirian, persahabatan, dan karakter,” tegasnya.

Jambore Nasional memang kerap identik dengan tenda, seragam cokelat, api unggun, dan kegiatan luar ruang. Namun di balik itu, tersimpan proses pendidikan karakter yang jauh lebih besar.

Selama kegiatan, para peserta akan bertemu anggota Pramuka dari berbagai daerah. Mereka akan menghadapi lingkungan baru, bekerja dalam kelompok, memecahkan masalah bersama, dan belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.

“Jadikan Jambore Nasional ini sebagai kesempatan untuk belajar, membangun persahabatan, dan menunjukkan karakter Pramuka Kota Bekasi. Yang paling penting bukan hanya soal mendapatkan prestasi, tetapi bagaimana setiap peserta pulang membawa pengalaman dan nilai-nilai positif untuk diterapkan di lingkungan masing-masing,” ujar Tri.

Sembilan Hari Tempa Kemandirian :

Pesan tersebut sekaligus menggeser cara pandang terhadap kegiatan Pramuka. Jambore bukan hanya panggung untuk mencari siapa yang terbaik, tetapi ruang untuk menempa siapa yang siap menjadi pribadi lebih baik.

Selama sembilan hari, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan. Kegiatannya meliputi bidang rekreatif, kreatif, produktif, inovatif, kognitif, hingga kompetitif.

Metode yang digunakan juga beragam, mulai dari permainan, diskusi, demonstrasi, simulasi, hingga kompetisi. Dengan begitu, peserta tidak hanya dituntut aktif secara fisik.

Mereka juga ditantang untuk berpikir, bekerja sama, berkreasi, dan mengambil keputusan. Di sinilah kemandirian diuji. Sebab di lingkungan perkemahan, peserta tidak lagi hanya mengandalkan kenyamanan rumah.

(Wawan San)

Bagikan berita :