Monday, 19 October 2026
Tidak ada banner untuk placement ini.

Dua Kubu Calon Kepala Desa , Terkena Gesekan, Menimbulkan Baku Hantam

Bagikan berita :

Bekasi Kabupaten – Media Info Hukum,Dua Kubu Pendukung Calon Kepala Desa Sukaringin Bekasi Terlibat Keributan (Rabu/10.09.2026).

Dua kelompok pendukung calon kepala desa di Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, terlibat keributan pada Selasa malam, 9 September 2026. Peristiwa itu sempat membuat warga panik dan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.

Hingga kini aparat kepolisian dari Polsek Sukawangi bersama Koramil telah diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah bentrokan susulan.

Keributan bermula dari adu mulut antara dua kubu pendukung calon kepala desa Sukaringin saat melintas di salah satu titik kampanye. Adu mulut kemudian memanas hingga terjadi saling dorong dan pelemparan. Beberapa kendaraan roda dua milik pendukung juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun 3 orang mengalami luka ringan akibat terkena lemparan batu dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Pihak yang terlibat adalah simpatisan dari dua calon kepala desa Sukaringin periode 2026-2032. Identitas para calon belum dirilis resmi oleh Panitia Pilkades.

Penanganan dilakukan oleh Polsek Sukawangi, Satpol PP Kabupaten Bekasi, dan Babinsa Koramil Sukawangi. Tokoh masyarakat dan ketua RT/RW setempat juga turun langsung melerai.

Peristiwa terjadi di Jalan Raya Sukaringin, tepatnya di depan Pos RW 03, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Lokasi tersebut merupakan jalur utama warga dan sering digunakan untuk kegiatan kampanye.

Keributan terjadi pada Selasa, 9 September 2026 sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu kedua kubu baru selesai melakukan pertemuan dengan pendukungnya di titik yang berbeda dan tidak sengaja berpapasan.

Menurut keterangan warga, pemicunya adalah kesalahpahaman terkait pemasangan alat peraga kampanye. Masing-masing kubu menuding pendukung lawan merusak baliho milik jagoannya. Ketegangan yang sudah terbangun sejak masa penjaringan calon akhirnya pecah di lapangan.

Kapolsek Sukawangi, AKP Dedi S, mengatakan pihaknya masih mendalami motif pasti keributan. “Dugaan sementara karena provokasi di media sosial dan saling ejek saat di jalan. Kami sudah amankan barang bukti dan meminta keterangan saksi,” jelasnya.

Bagaimana Penanganannya?*
Begitu mendapat laporan, anggota Polsek Sukawangi langsung menuju lokasi dan membubarkan massa. Garis polisi dipasang di titik kejadian.

Kapolres Metro Bekasi AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek mengimbau kedua kubu menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme yang ada di Panitia Pilkades.

“Kami minta semua pihak menjaga kondusivitas. Pilkades ini pesta demokrasi, bukan ajang permusuhan. Yang melanggar hukum tetap kami proses,” tegas AKP Dedi.

Hingga Rabu pagi situasi di Desa Sukaringin sudah kondusif. Aparat gabungan masih melakukan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan.

Imbauan Panitia Pilkades
Ketua Panitia Pilkades Desa Sukaringin, H. Udin, mengecam tindakan anarkis tersebut. Ia meminta seluruh tim sukses dan pendukung menjaga etika politik.

“Kami minta semua calon dan pendukung berkomitmen untuk Pilkades damai. Jangan sampai karena beda pilihan, persaudaraan jadi rusak,” ujarnya.

Laporan: Tim Redaksi Media Info Hukum

Bagikan berita :