Bekasi – Civitas Festacom (Festival Stand Up Comedy Inspirasi) Open Mic Kota Bekasi mengadakan acara Halal Bihalal dan stand up comedy di Kedai Inspirasi, Sabtu (4/4/2026). Acara ini bertujuan untuk menyatukan beberapa penampilan dari teman-teman dan menyajikan sulap dan dongeng.
“Karena kita sadari kehidupan ini penuh dengan beban, stress, diakhiri menjadi beban kehidupan yang kita jalani, saat kita jalani dengan santai dari beban yang kita hadapi dengan ringan kita masuki dengan unsur-unsur komedi maka insya Allah beban kita semakin ringan,” kata Linov, salah satu penyelenggara acara.
Stand up comedy telah menjadi industri baru yang berkembang pesat sejak 2011. “Memang stand up komedi menjadi industri baru, seniman kreatif kita menjadi banyak sekali perkembangannya dari mulai 2011 hingga saat ini anak-anak muda sudah mulai membaik dan tertarik,” kata Tata Gibrik, salah satu komedian yang tampil.
Festacom ingin membawa narasi baru bahwa stand up comedy juga dapat memiliki muatan-muatan pesan yang inspiratif. “Memang komedi stand up inspirasi ini sangat beda sekali yang diciptakan oleh Festakom ingin membawa narasi baru bahwa berstand up komedi juga ada muatan-muatan pesan yang berinpirasi, tidak sekedar kita membuli, atau menyibir atau menjulid seseorang,” kata Tata.
Acara ini menampilkan beberapa komedian, termasuk Tata Gibrik, Panca Altis, Kliwon, Mul (pendongeng), dan Edo Cassanova Lumelle sebagai bintang tamu penyanyi.
Yuli, seorang guru taman kanak-kanak, juga tampil sebagai host berpasangan Linov dan menjadi peserta.
“Diacara ini selain komikal baru ada juga senior… saya merasa senang dengan komunitas yang disenangi sebagai komedian perempuan, dan saya cukup bangga bisa tampil di pesta komikal inspirasi ini karena kita dilatih awal mulanya kita tampil biasa, lambat laun menjadi luar biasa,” tutur Yuli.
Acara ini juga kita sisipkan untuk membantu karyawati di Kuliner Inspirasi berlokasi di Rawalumbu yang menyandang distabilitas. “Memang diacara ini kami sisipkan untuk membantu karyawati dikuliner inpirasi di rawalumbu yang distabilitas,” tutup Linov.
Ferry Haras





