Monday, 19 October 2026
Tidak ada banner untuk placement ini.

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Bagikan berita :

JAKARTA, MEDIA INFO HUKUM – Kabar duka datang dari keluarga besar Bung Karno. Seniman, budayawan, sekaligus politisi senior PDI Perjuangan, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pagi.

Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu mengembuskan napas terakhir dalam usia 73 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Kabar wafatnya Guruh dikonfirmasi melalui akun Instagram resmi @pdiperjuangan. Dalam unggahannya, PDI Perjuangan mengenang Guruh sebagai sosok seniman paripurna yang mendedikasikan hidupnya untuk seni, kebudayaan, dan politik.

Putra Soekarno-Fatmawati yang Melegenda di Dunia Seni

Guruh merupakan putra dari Soekarno dan Fatmawati. Sejak muda, darah seni sudah begitu kental mengalir dalam dirinya.

Ia dikenal luas sebagai tokoh yang tak henti-hentinya mengembangkan musik, tari, dan seni pertunjukan Indonesia. Guruh mendirikan sanggar legendaris Swara Mahardhika yang melahirkan banyak seniman besar Tanah Air.

Namanya juga melegenda lewat kelompok musik Guruh Gipsy yang ia bentuk bersama musisi papan atas seperti Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan almarhum Chrisye. Album Guruh Gipsy yang dirilis pada 1976 menjadi mahakarya monumental yang berhasil mempertemukan musik rock progresif modern dengan kekayaan gamelan dan musik tradisional Indonesia.

Sejumlah karya abadi Guruh yang terus dikenang hingga kini antara lain : Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, hingga Mahadaya Cinta.

Kiprah Panjang di Dunia Politik

Tak hanya di panggung seni, Guruh juga menorehkan jejak panjang di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan kemudian setia bersama PDI Perjuangan.

Guruh tercatat pernah duduk sebagai anggota DPR RI periode 1992-1997 dan terus terpilih kembali dalam beberapa periode berikutnya hingga 2024. Dua dunia ia jalani secara bersamaan, seni sebagai jiwanya, politik sebagai pengabdiannya.

PDI Perjuangan dalam pernyataan resminya menyebut dedikasi, pemikiran, dan karya-karya Guruh akan terus dikenang dan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mencintai, merawat, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Disemayamkan di Jalan Sriwijaya

Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan.

Selamat jalan, maestro kebudayaan Indonesia.

 

Nur Islami (NI)

Bagikan berita :