Monday, 19 October 2026
Tidak ada banner untuk placement ini.

JUDUL : Bade Tindak Pundi? Mahasiswa Nigeria Ini Bikin Auditorium UNS Gempar Pakai Bahasa Jawa Saat Wisuda

Bagikan berita :

SOLO, Media Info Hukum. – Jika biasanya wisudawan internasional tampil dengan pidato bahasa Inggris, Mustapha Abolore Abdulwahab justru memilih cara berbeda. Mahasiswa asal Nigeria itu membuka pidatonya dengan bahasa Jawa halus, dan seketika membuat 1.400 wisudawan di Auditorium G.P.H Haryo Mataram UNS Surakarta terdiam lalu bertepuk tangan riuh.

Mustapha, lulusan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS asal Nigeria, dipercaya menjadi wakil wisudawan pada Wisuda Periode VIII Tahun 2026, Sabtu (26/9/2026) lalu. Bukan sekadar lulus, perjalanannya adalah cerita tentang adaptasi budaya.

“Jujur, bahkan pagi ini saya masih bertanya, kenapa begitu sulit?” ujarnya mengawali pidato.

Ia kemudian menceritakan kebingungannya saat pertama kali tiba di Indonesia. Budaya yang paling membekas baginya bukan soal makanan atau cuaca, tapi sebuah pertanyaan yang selalu ia dengar setiap keluar kos.

“Setiap saya keluar kamar, selalu ada yang bertanya, ‘Mau kemana, Pak?’ Satpam bertanya. Ibu kos bertanya. Tukang parkir bertanya. Dan dalam bahasa Jawa, lebih sopan lagi : Badhe tindak pundi?” kata Mustapha disambut tawa auditorium.

Bagi Mustapha, pertanyaan itu awalnya terasa seperti interogasi. Di Nigeria, bertanya kemana seseorang pergi adalah hal yang sangat privat. Namun seiring waktu, ia sadar itu adalah bentuk kepedulian paling tulus orang Jawa.

“Itu bukan pertanyaan yang butuh jawaban lengkap. Itu adalah tanda bahwa masyarakat peduli bahwa saya ada,” ucapnya.

Dalam pidatonya  Mustapha juga mengingatkan bahwa di hari wisuda, semua toga terlihat sama. Padahal di baliknya, setiap lulusan punya cerita, tantangan, dan latar belakang yang berbeda-bedaa.

Ia juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada orang tua, terutama bagi mahasiswa internasional yang orang tuanya berada di benua yang berbeda, namun menitipkan kepercayaan besar kepada UNS.

Kisah Mustapha adalah potret nyata internasionalisasi kampus yang berhasil.

UNS bukan hanya memberi gelar S.P. kepada pemuda Nigeria itu, tapi juga memberinya keluarga baru, bahasa baru, dan pemahaman baru tentang makna “kepedulian” ala Jawa: _Badhe tindak pundi ?

(Wawan san)

Bagikan berita :