Kota Bekasi – Komunitas Peduli Jalanan (KPJ) Kota Bekasi meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk mempertahankan Pendopo Apresiasi, sebuah ruang pembinaan anak jalanan yang terletak di Lapangan Multiguna. Ruang ini telah menjadi pusat kegiatan seni, olahraga, dan kebudayaan selama hampir tiga dekade.
Remon, selaku ketua KPJ, menyatakan bahwa mereka mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kebersihan, ketertiban, dan keamanan, namun berharap kebijakan penataan tidak menghilangkan ruang pembinaan yang telah memberikan manfaat nyata.
“Jangan yang jelas-jelas dibina justru tidak mendapat ruang, sementara kami yang tidak jelas di jalanan ini tidak mendapat ruang. Padahal, tidak semua anak jalanan berbakat seni. Ada yang berbakat olahraga, dan itu juga harus dibina,” ujar Remon.
Pendopo Apresiasi telah menjadi ruang diskusi, edukasi, dan pembinaan bagi anak-anak jalanan, serta pusat kegiatan komunitas seni dan olahraga. Remon mengusulkan agar kawasan tersebut dikembangkan menjadi pasar seni untuk menghidupkan identitas budaya Bekasi.
“Kalau batu bacan dari pulau bacan Maluku Utara, di Bekasi terkenal dengan batu akik pandan. Kita punya ciri khas, tinggal diberi ruang,” tegas Remon Bitti.
KPJ berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat menjadi penyambung, bukan pemutus, dan mempertahankan ruang pembinaan anak jalanan. “Ketika ruang hidup, ruang seni, dan ruang pembinaan tetap terjaga, maka Kota Bekasi tidak hanya membangun fisik kotanya, tetapi juga membangun kualitas manusianya,” pungkas Remon.
Wawan S.A.N









