JAKARTA – MEDIA INFO HUKUM,Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini tengah menjalankan dua operasi besar secara bersamaan. Fokus utama tertuju pada pencarian seorang jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, serta penindakan tegas terhadap ratusan pelaku kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di berbagai daerah,11-09-2026.
Rangkaian kegiatan ini menjadi atensi khusus Mabes Polri sepanjang September 2026, di tengah meningkatnya aktivitas di laut dan musim kemarau yang memicu titik api di sejumlah provinsi.
*Tim Gabungan Dikerahkan Cari Jurnalis di Selat Sunda*
Laporan hilangnya kontak seorang jurnalis saat melakukan peliputan di *perairan Selat Sunda* diterima Polri pada awal September 2026. Menindaklanjuti hal itu, Polri langsung mengerahkan tim SAR gabungan.
Tim yang terlibat terdiri dari personel Baharkam Polri, Ditpolairud, Basarnas, TNI AL, hingga nelayan setempat. Operasi pencarian dilakukan 24 jam dengan menggunakan kapal patroli, helikopter, dan drone thermal. Penyisiran difokuskan pada titik-titik terakhir lokasi jurnalis melapor.
Kadiv Humas Polri menegaskan, keselamatan insan pers menjadi prioritas. “Kami maksimalkan seluruh sumber daya untuk pencarian rekan jurnalis. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor,” ujarnya.
*Ratusan Tersangka Karhutla Diamankan di 5 Provinsi*
Di sisi lain, Polri juga gencar menindak pelaku karhutla. Sepanjang September 2026, Polda dan Polres di wilayah rawan bersama Mabes Polri telah menetapkan ratusan tersangka.
Para tersangka berasal dari perorangan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan perusahaan yang diduga sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Penindakan terpadu dilakukan di *Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah*.
Proses hukum dimulai dari pemadaman, penyelidikan, hingga penetapan tersangka. Polri juga bersinergi dengan KLHK, BNPB, dan pemerintah daerah untuk upaya pencegahan.
“Untuk karhutla tidak ada toleransi. Penegakan hukum ini untuk mencegah kabut asap, melindungi kesehatan masyarakat, dan memberikan efek jera,” tegas Kadiv Humas.
*Komitmen Polri: Keselamatan dan Penegakan Hukum*
Dua agenda besar ini menunjukkan komitmen Polri dalam melindungi warga negara dan menjaga kelestarian lingkungan.
Pencarian jurnalis mencerminkan tanggung jawab negara terhadap perlindungan pekerja media di lapangan. Sementara operasi karhutla menjadi langkah konkret Polri dalam merespons dampak perubahan iklim dan kabut asap lintas wilayah.
Polri mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan, serta mendukung penuh upaya pencarian dengan memberikan informasi yang akurat.
Laporan : Redaksi Media Info Hukum





