Kami Tidak Ada di Mana-mana, Tapi Ada di Mana-mana
BEKASI, INFO HUKUM – Ortoba, Organisasi Tol Barat Bekasi, kembali menggelar reuni. Tapi kali ini ada alasan lain di balik pertemuan itu: menjenguk.
Reuni ke-2 dijadwalkan berlangsung Minggu, 9 Agustus 2026, di kediaman Evis Lesmana.
“Kami mengajak teman Ortoba sekalian menjenguk Evis yang sedang sedikit terganggu kesehatan beliau (evis), untuk memberikan support serta semangat pada beliau,” ujar Nur kepada media Info Hukum, Jumat 24/07/2026.
“Insya Allah kita akan rencanakan di tanggal 09 Agust 2026 bertepatan di hari Minggu. Lokasi di Jl. Makam Bantar Gebang Kota Bekasi,” timpal Polly.
Potluck dan Menu Wajib: Semur Jengkol Nur :
Agar tidak merepotkan tuan rumah, konsep acaranya sederhana : bawa makanan masing-masing.
“Untuk hidangan jangan diragukan. Kami akan membawa hidangan masing-masing, karena kita tak mau merepotkan Evis Lesmana. Ya seenaknya kita aja, hasil request teman-teman Ortoba Bekasi,” kata Nur.
Ada satu menu yang “wajib hadir”.
“Nur diwajibkan memasak jengkol semur. Karena hasil olahannya Nur sangat mengajak goyangan lidah untuk tidak berhenti. Makan semur jengkol pasti nambah,” canda para anggota.
Menurut Nur, ide membawa makanan sendiri bukan tanpa makna.
“Semua kita lakukan untuk kepedulian kita. Lebih besar rasa kebersamaan yang menyatukan hati kita,” tutur Nur.
Mengenal Ortoba: Penyanyi Jalanan Tol Barat 2003.
Banyak yang belum tahu, Ortoba Bekasi lahir dari trotoar dan dalam bis kota.
Ortoba Bekasi adalah sekelompok penyanyi jalanan di area Tol Barat Bekasi. Dulu mangkalnya tepat di depan Mall Ramayana Bekasi Barat. Jamannya 2003.
“Di Ortoba banyak gaya juga karakter pada masing-masing manusia yang beraktivitas sebagai penyanyi jalanan,” kenang salah satu anggota.
Dulu mereka naik turun bis kota secara bergantian. Bernyanyi, bersenda gurau, lalu pulang membawa rezeki untuk istri dan anak di rumah. Kompak. Penuh canda. Penuh perjuangan.
Ada satu filosofi yang sampai sekarang masih dipegang:
“Kami tidak ada di mana-mana, tapi ada di mana-mana.”
Doa untuk yang Hadir dan yang Belum Bisa Hadir.
Di tengah rencana reuni, obrolan para anggota Ortoba tidak lepas dari rasa syukur dan harapan.
“Doakan saja untuk kedepannya kami akan bersilaturahmi dan memberikan support serta doa pada teman yang akan hadir, baik yang tidak hadir agar bisa hadir. Untuk memberikan kesatuan dari arti persaudaraan,” ucap Polly.
Dari reuni pertama yang sederhana di Bantar Gebang, hingga reuni ke-2 di rumah Evis Lesmana, Ortoba ingin membuktikan satu hal: jarak, waktu, dan kesibukan tidak akan memutus tali yang sudah dirajut sejak 2003 di atas bis kota Tol Barat.
Karena bagi mereka, kumpul itu bukan soal mewahnya acara. Cukup ada tawa, ada doa, ada semur jengkol, dan ada teman lama. Itu sudah cukup.





