BEKASI – Ketua Umum Komunitas Jurnalis Bekasi (KOJAS), Arab sapaan akrabnya, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas musibah tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang memakan korban jiwa dan luka-luka.
Arab yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 ini menekankan pentingnya peran insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik terkait peristiwa tersebut.
“Peristiwa ini menjadi duka bersama bagi kita semua. Kami turut berempati mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak,” ujar Arab saat dikonfirmasi di Kantor PWI Bekasi Raya, Selasa (28/4/2026).
Ia menyoroti respons cepat yang ditunjukkan oleh pemerintah, mulai dari kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang langsung menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, hingga langkah sigap Walikota Bekasi, Tri Adhianto. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perhatian maksimal di tengah situasi duka.
“Kehadiran Bapak Presiden dan langkah cepat Pemkot Bekasi menunjukkan keseriusan negara. Ini memberikan dukungan moril yang sangat besar bagi para korban dan keluarga yang sedang berduka,” tambahnya.
Arab berdoa agar korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan mendapatkan penanganan medis terbaik. Sementara itu, bagi keluarga yang ditinggalkan, ia memohon agar diberikan kekuatan dan ketabahan.
Lebih jauh, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan transportasi, khususnya perkeretaapian. Investigasi yang transparan dan objektif dinilai sangat penting untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami berharap proses investigasi berjalan tuntas dan menghasilkan langkah konkret demi penguatan sistem keselamatan nasional. Pemerintah juga diharapkan terus mendampingi korban secara komprehensif, baik dari sisi medis, psikologis, maupun sosial,” tutupnya.
FH





